Hukum musik dan nasyid

Minggu, 03 Agustus 20140 komentar

Allah berfirman :

وَ مِنَ النَّاسِ مَن يَّشْتَرِيْ لَهْوَالْحَدِيْثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيْلِ اللَّهِ بِغَيرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
"Dan diantara manusia,ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan" [Luqman : 6].

Kebanyakan ahlu tafsir menafsirkan  لَهْوَالْحَدِيْثِ adalah nyayian. 
Dan berkata ibnu mas'ud tentang  لَهْوَالْحَدِيْثِ dengan perkataan beliau هو الغناء :" dia adalah nyanyian".

Rosululloh shollahu 'alaihi was sallam bersabda :

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمتِيْ أَقْوَامٌ  يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ والْحَرِيْرِ وَالْخَمْرَ والْمَعَازِفَ
"Akan datang dari kaum muslimin yang menghalalkan zina' dan memakai kain sutra  (untuk laki-laki) dan meminum arak (setiap minuman yang memabukan) dan musik itu halal" [HR.al bukhori dan abu daawud]

Jadi akan datang beberapa kaum dari umat Nabi shollahu 'alaihi was sallam  yang meyakini bahwa zina' dan memakai kain sutra  (untuk laki-laki) dan meminum arak (setiap minuman yang memabukan) dan musik itu adalah halal,padahal hal itu merupakan kesalahan dan musibah yang menimpa sebagian kaum muslimin.

Padahal secara jelas syariat islam melarang dan umat islam meyakini bahwa zina' hukumnya haram,memakai kain sutra untuk laki-laki hukumnya haram,dan meminum minuman yang memabukan hukumnya haram,dan musik juga hukumnya haram sebagaimana telah disebutkan dalilnya di atas.

Hadits diatas adalah penghabaran bahwa akan ada segolongan manusia yang menghalalkan zina,memakai sutra,khomr,dan musik,bukan sebagai penetapan tentang halalnya dari 4 hal yang di haramkan.

Apakah ada nasyid islami?

Nasyid pada zaman sekarang ini,antara musik dan nasyid hampir sama. perbedaaannya hanya pada bahasa yang di dipergunakan dan busana yang di pergunakan oleh yang melantunkan nasyid.

Nasyid islami itu tidak ada,apalagi mengacu pada kenyataan yang ada sekarang,dimana alat musik mengiringi nasyid dan melalaikan kebanyakan kaum muslimin dari mendengarkan atau melantunkan al qur'an,karena menyangka nasyid bagian dari agama,sehingga kaum muslimin lemah dalam belajar agama dan sudah tertancap jaring-jaring perangkap syaithon,baik syaithon dari kalangan jin maupun manusia.

Nasyid dan rebana (tanpa ada piringan di pinggir rebana) di perbolehkan untuk mengumumkan pernikahan dan disyaratkan untuk hal ini adalah anak-anak perempuan.
Sebagaimana sabda Nabi shollahu 'alaihi was sallam :
فصل ما بين الحلال والحرام ضرب الدف والصوت في النكاح
"Pembeda antara yang halal dan haram (dalam memberikan tanda satu pernikahan) adalah dengan memukul rebana dan terdengarnya suara dalam pernikahan" (Hadits shohih riwayat imam ahmad).

Pada zaman dahulu untuk memberikan tanda atau alamat suatu pernikahan yaitu dengan memukul rebana dan suara nasyid (khusus suara nasyid anak-anak perempuan), karena pernikahan di zaman itu belum ada surat nikah seperti sekarang,sehingga memukul rebana dan nasyid anak-anak sebagai tanda adanya pernikahan yang sah dan halal.

Adapun Rosululloh shollahu 'alaihi was sallam dan para sahabat disaat menggali parit khondaq atau mereka dalam peperangan,mereka bernasyid namun maksudnya adalah bersyair untuk membakar semangat mereka dalam memperjuangkan agama allah melalui jalan jihad (berperang) melawan kaum kuffar.

Beliau Rosululloh shollahu 'alaihi was sallam bersyair disaat menggali parit khondaq :

 اللهم لا عيش إلا عيش الأخرة  فاغفر للأنصار والمها جرين
"Ya allah tidak ada kehidupan (yang lebih mulia) kecuali kehidupan akhirat, maka ampunilah untuk orang-orang anshor dan muhajirin"

Maka sahabat anshor dan muhajirin menjawab :

نحن الذين با يعوا محمدا     على الجهاد ما بقينا أبدا
والله لولا الله ما اهتدينا      ولا تصدقنا  ولا صلينا
فأنزلن سكينة علينا          وثبت الأقدام إن لاقينا
والمشرقون قد بغوا علينا       إذا أرادوا فتنة أبينا
يرفع بها صوته أبينا  .... أبينا 

"Kami adalah orang-orang yang telah berbaiat kepada Rosululloh shollahu 'alaihi was sallam untuk berjihad tanpa ada yang tersisa dari kami selamanya 

Demi Allah kalau tidak karena Allah,tidaklah kami termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk dan tidaklah kami membenarkan engkau (risalah Nabi muhamad shollahu 'alaihi was sallam),dan tidak kami termasuk orang-orang yang sholat

Maka dengan hal itu kami benar-benar mendapat ketenangan dan mampu memantapkan kaki-kaki kami jika kami bertemu (musuh-musuh islam)

Dan orang-orang musyrik sungguh telah berbuat melampaui batas kepada kami,jika mereka hendak menimpakan fitnah kepada ke dua orang tua kami

(Sambil mengangkat suara-suara mereka yang sedang menggali parit khondaq)

dengan suara :  kepada ke dua orang tua kami ....  kepada ke dua orang tua kami ....



الله أعلم

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Ditulis: Al fakir Abu Salman Al-kwasayni
��di bumi Allah,kwasen






Share this article :

Posting Komentar

 
Support : MOHON..!! JANGAN DI KLIK | JASA WEBSITE MURAH | PEDULI DA'WAH
Copyright © 2011. الكواسيني - All Rights Reserved
by Mas
Proudly powered by Blogger